Info
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Politik / Article

Setahun Mengabdi, Gerakan Rakyat Kalteng Tegaskan Komitmen Lingkungan Lewat Aksi Penghijauan

Dewi
Dewi
calendar_today Feb 24, 2026
schedule 1 jam
Dpw gr kalteng e1771841335245 750x375

Usia satu tahun menjadi tonggak penting bagi setiap organisasi. Bagi Gerakan Rakyat di Kalimantan Tengah, momentum ini tidak dimaknai sebagai perayaan simbolik semata, melainkan sebagai ruang refleksi dan pembuktian. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Kalteng bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kabupaten Katingan memilih merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 dengan aksi konkret: gerakan tanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (22/02/2026) tersebut menjadi representasi arah perjuangan organisasi yang menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas strategis. Di tengah meningkatnya ancaman deforestasi, pembalakan liar, serta risiko bencana hidrometeorologi, langkah penghijauan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan sosial.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat yang digelar pada 18 Januari 2026 di Hotel Arya Duta Jakarta. Dalam forum nasional tersebut, persoalan banjir dan kerusakan hutan di berbagai wilayah Indonesia menjadi sorotan utama. Hasil pembahasan menegaskan perlunya gerakan sistematis berbasis partisipasi masyarakat sebagai upaya mitigasi jangka panjang.

Dari sinilah lahir inisiatif “Satu Orang Satu Pohon”. Gagasan ini sederhana, namun memiliki efek berantai yang besar. Setiap individu didorong untuk menanam dan merawat satu pohon. Jika dilakukan secara konsisten dan meluas, gerakan ini dapat menjadi fondasi rehabilitasi lingkungan yang signifikan.

Ketua DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Katingan, Sulardi, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Ia mengajak masyarakat membayangkan dampak nyata jika ratusan bahkan ribuan orang berpartisipasi aktif dalam gerakan penghijauan. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi penyangga kehidupan—menyimpan air, memperbaiki kualitas tanah, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPW Gerakan Rakyat Kalteng, Ali Wardana. Ia menyoroti bahwa berbagai bencana yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi alarm kolektif. Kerusakan hutan akibat eksploitasi berlebihan telah mengurangi daya dukung lingkungan. Ketika hujan deras turun, tanah yang kehilangan vegetasi tidak lagi mampu menyerap air secara optimal, sehingga memicu banjir dan kerusakan lainnya.

Secara ilmiah, pohon memiliki fungsi ekologis yang vital. Sistem perakarannya meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta memperkuat struktur tanah agar tidak mudah tererosi. Oleh karena itu, gerakan penghijauan bukan hanya simbol kepedulian, tetapi strategi mitigasi berbasis ekosistem yang efektif.

Peringatan HUT ke-1 ini juga menjadi ajang konsolidasi internal organisasi. Selain aksi tanam pohon, Gerakan Rakyat menggelar bakti sosial sebagai bentuk empati terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan kaderisasi serentak turut dilaksanakan guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memastikan kesinambungan gerakan. Pemasangan atribut organisasi di berbagai titik strategis menjadi simbol kesiapan untuk terus hadir dan berkontribusi.

Dalam perspektif organisasi, usia satu tahun adalah fase pembentukan identitas. Pada tahap ini, kredibilitas dibangun melalui konsistensi antara visi dan tindakan. Gerakan Rakyat Kalteng dan Katingan berupaya menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti pada retorika, tetapi bergerak pada level implementasi.

Lebih jauh, gerakan “Satu Orang Satu Pohon” memiliki potensi menjadi gerakan sosial berkelanjutan jika terus diperluas. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Tanpa keterlibatan publik, penghijauan hanya akan menjadi program sesaat. Namun dengan dukungan luas, gerakan ini dapat membentuk budaya peduli lingkungan yang mengakar.

Momentum satu tahun ini seharusnya menjadi titik tolak untuk memperluas jangkauan aksi. Sekolah, komunitas pemuda, kelompok tani, hingga pelaku usaha dapat dilibatkan dalam kolaborasi lintas sektor. Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, rehabilitasi lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif yang nyata.

Gerakan Rakyat memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah investasi jangka panjang. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat langsung, tetapi dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi penopang kehidupan. Ia akan menyaring udara, menyimpan cadangan air, serta melindungi tanah dari degradasi.

Di tengah tantangan perubahan iklim global dan tekanan eksploitasi sumber daya alam, langkah kecil yang konsisten jauh lebih bermakna dibanding janji besar tanpa tindakan. HUT ke-1 ini menjadi pesan tegas bahwa Gerakan Rakyat Kalteng memilih jalur aksi nyata sebagai identitas perjuangan.

Kini, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan. Gerakan ini tidak boleh berhenti pada momentum tahunan. Ia harus tumbuh, mengakar, dan meluas sebagaimana pohon-pohon yang ditanam. Dengan komitmen, konsistensi, dan partisipasi bersama, upaya menjaga alam dapat menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak nyata bagi generasi mendatang.

Setahun perjalanan telah dilalui. Langkah berikutnya adalah memperkuat kontribusi dan memperbesar manfaat. Karena pada akhirnya, organisasi yang relevan adalah organisasi yang hadir membawa solusi—dan Gerakan Rakyat Kalteng telah memulai langkah itu melalui aksi hijau yang berorientasi masa depan.

Recommended For You

JARNAS ABW Nyatakan Dukungan Penuh untuk Partai Gerakan Rakyat Menuju 2029 Politik

JARNAS ABW Nyatakan Dukungan Penuh untuk Partai Gerakan Rakyat Menuju 2029

Feb 21, 2026
Dari Ujung Timur Negeri: Menguatkan Perbatasan, Mengokohkan Indonesia Politik

Dari Ujung Timur Negeri: Menguatkan Perbatasan, Mengokohkan Indonesia

Feb 17, 2026
Pemimpin Bukan Sekadar Penampilan: Ketulusan dan Kedekatan dengan Rakyat yang Membuat Perubahan Politik

Pemimpin Bukan Sekadar Penampilan: Ketulusan dan Kedekatan dengan Rakyat yang Membuat Perubahan

Feb 21, 2026